Saling Belajar, Gara Zawa Jember Kunjungi Kemenag Bondowoso

  • Bagikan

Bondowoso (Inmas)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso kedatangan tamu dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember (05/01). Kedatangan mereka langsung disambut oleh PLT. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Astono di ruang kerjanya dari JFT arsiparis Fauziyah dan Pelaksana Analis Layanan Umum Linda. Sementara Penyelenggara Zakat dan Wakaf Abdurrahim dan operator Rudi Bawono langsung menuju ruangan Penyelenggara Zawa yang disambut oleh Agus Jaelani beserta staf.

Astono Kasubbag TU Bondowoso menyambut baik kedatangan saudara sesama instansi Kemenag ini. Menurutnya sebenarnya untuk kalimat studi banding ini tidaklah sesuai, karena Kemenag Jember lebih besar daripada Kemenag Bondowoso. Kalau ada yang lebih baik, mungkin itu hanya bertepatan dengan ada yang terbaik.

“Monggo kalau ada yang bisa diadopsi di kantor kami, dipersilahkan untuk di contoh. Tapi kalau ada kekurangannya saya persilahkan untuk mengkritik dan memberi saran agar kami bisa menjadi lebih baik dalam pelayanan,” jelas Astono.

Sementara itu, Penyelenggara Zawa Agus Jaelani menyatakan kedatangan Kemenag Jember ini adalah tamu kedua, yang sebelumnya Kankemenag Situbondo juga datang ke Kemenag Bondowoso. Sebenarnya, jelas Agus, upaya Kemenag Bondowoso untuk melaksanakan sertifikasi wakaf pada aplikasi e-Wakaf dan sertifikasi halal mendapat perhatian langsung dari Kepala Kemenag Bondowoso.

“Kemarin pada upacara HAB Ke-77 kita mengundang lembaga atau yayasan yang sertifikat wakafnya selesai diberikan sertfikatnya langsung oleh Badan Pertahanan Nasional Kabupaten Bondowoso,” tambahnya.

Penerbitan sertifikat halal dan wakaf, lanjut Agus, dirinya melibatkan seluruh KUA dan Penyuluh Non PNS di 23 Kecamatan untuk berperan aktif dalam mensukseskan program ini. Tujuannya, selain mensosialisasikan sertifikasi halal, Kemenag Bondowoso juga menwarkan fasilitas sertifikasi halal gratis.

“Pekerjaan ini tidak mudah, tetapi juga butuh kekompakan dari para penyuluh non PNS agar mendapat hasil maksimal. Untuk e Wakaf yang pertama mengoperasikan mas Irfan ini. DI KUA-KUA utuk aplikasi e-Wakaf sudah berjalan,” jelasnya.

Nurma JFT Arsiparis mengaku senang dengan kedatangan JFT Arsiparis Jember. Nur Fauziyah ini adalah pakar persuratan sekaligus sangat memahami seluk beluk aplikasi SRIKANDI. “Bertepatan saya saling belajar dan menimba ilmu,” ujarnya. (EGP, his)

Penulis: (rul, EGP, his)Editor: EGP
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *