Puluhan Santri Kena Diare di Ponpes Al Hasani Al Lathifi, Kini Berangsur Membaik

  • Bagikan
Kasubbag TU dan Kasi PD Pontren koordinasi bersama pengawas Yayasan Kunuuzul Imam Kauman serta petugas dari Dinas kesehatan dan Polri.(Foto: egp)

Bondowoso (Humas)-  Sebanyak 127 santri Ponpes Al Hasanai Al-Lathifi atau Kunuuzul imam Kauman Bondowoso kemarin hingga saat ini, mengeluhkan gangguan pencernaan. Belum diketahui penyebabnya, berdasarkan hasil koordinasi dan visitasi Tim Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso yang di hadiri oleh Astono Kasubbag TU dan Ibrahim Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) bersama pengurus Yayasan Pondok Pesantren Kunuuzul Imam Kauman Bondowoso yang dan Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso (5/7) masih mengkaji penyebab mereka kena diaere.

Menurut Kasubbag TU Kemenag Bondowoso, ia mendapatkan informasi bahwa tanggal 4 Juli 2023, terdapat 125 santriwati yang terkena diare. Awalnya, ada yang memberitahukan kalau sejumlah santri yang terkena diare itu keracunan akibat makanan  bukan keracunan. Kesimpulan sementara, penyebab diare bukan keracunan.

“Dari data yang kita peroleh dari rumah sakit, sebanyak 87 santriwati sedang dirawat di Rumah Sakit dr. H Koesnadi dan Puskesmas sekitar yang dibiayai Pemerintah Daerah Bondowoso. Sedangkan, sebanyak 38 santriwati rawat jalan dan ada juga yang dijemput oleh orang tuanya,” jelasnya.

Penyebab diare bukan karena keracunan, menurut Suheri Pengawas yayasan, diperkuat dengan hasil penelusuran yang dilakukan oleh pengurus yayasan bahwa penyebab diare akibat mengkonsumsi makanan dari luar, yang dibawa oleh wali santri pada saat kunjungan,  bukan dari makanan dalam pesantren. Adapun pelayanan makanan di pesantren, dibuat dan diolah dalam satu dapur terpadu baik santri putra dan putri.

“Harusnya jika memang keracunan dari dapur pondok, bisa jadi semua santri yang terpapar. Dapur kami (ponpes-red) hanya punya satu, yang melayani untuk seluruh santri putra dan putri,” papar Suheri, pengawas Yayasan Kunuuzul Imam.

Proses pembelajaran santri di Pesantren Kunuuzul Imam Kauman. (Foto: egp)

Dari informasi per tanggal 5 Juli 2023 (hari ini-red), Yudo Kabid Yankes dan Rujukan, Dinas Kesehatan Bondowoso menjelaskan bahwa sebanyak 70 santriwati sedang dirawat inap dan  sebanyak 19 santriwati telah pulang dari rumah sakit. Terkait dengan kepastian penyebab diare, informasi dari Dinas Kesehatan masih dalam proses menunggu hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Bondowoso

Belajar dari kejadian ini, Tim Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso melalui Kasubbag TU memberikan masukan kepada pihak Yayasan atau pengurus pesantren untuk mengupayakan memeriksa makanan dan minuman yang berasal dari luar Pondok Pesantren. Selain itu, perlunya disediakan  wastafel di masing-masing asrama agar membiasakan santri cuci tangan pakai sabun (CTPS) setelah maupun sebelum melakukan aktifitas. Lainnya, pihak Yayasan pondok pesantren agar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan mengadakan penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) secara berkala.

“Tolong saran dari kami menjadi perhatian agar tidak terjadi lagi hal-hal semacam ini dikemudian hari, termasuk pada pondok-pondok pesantren di Bondowoso, ” harap Astono memberikan masukan kepada pengurus Ponpes.

Kedatangan dan masukan dari berbagai pihak terhadap Ponpes ini, Ketua Yayasan Ponpes Kunuuzul Imam mengucapkan terima kasih kepada Kemenag, Dinas Kesehatan, serta Polri yang telah bersinergi mengatasi kejadian ini. (egp, his, rul)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *