Perkuat Kesejahteraan Masjid: Kepala Kemenag Bondowoso Kukuhkan Pengurus BKM Kecamatan Se-Kabupaten Bondowoso 2023-2027

  • Bagikan
Kepala Kemenag Bondowoso bersama seluruh pengurus BKM yang baru dikukuhkan di aula KUA Kec. Bondowoso (28/8). (Foto: Dani)

Bondowoso, (Humas) – Dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bondowoso, Bidang Kesra Bondowoso, Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) dan seluruh pejabat Kantor Kementerian Agama Bondowoso, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, secara resmi mengukuhkan 23 Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso untuk periode 2023-2027. Upacara ini berlangsung di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bondowoso pada tanggal 28 Agustus.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Ali Masyhur menggarisbawahi peran penting BKM dalam memakmurkan masjid di wilayah. Ia menekankan bahwa BKM memiliki tanggung jawab dalam mengelola kegiatan yang meliputi aspek keagamaan, sosial, dan pendidikan di masjid-masjid. “Saya mengajak seluruh pengurus BKM untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam menjalankan program-program yang telah direncanakan,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Kemenag mengingatkan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalam BKM. Menurutnya, para pengurus BKM perlu mengembangkan kapasitas dan kompetensi mereka agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jamaah masjid. Hal ini termasuk pelatihan, pendidikan, dan pengalaman kerja yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka.

Ali Masyhur juga menekankan sinergi antara BKM dan Kementerian Agama. Ia berharap BKM dapat berkolaborasi dengan Kementerian Agama dalam menjalankan program-program yang berkaitan dengan masjid, seperti pelayanan, pengawasan, pencatatan, dan pelaporan nikah serta rujuk. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhir sambutannya, Kepala Kemenag mengingatkan para pengurus BKM untuk menjaga masjid dari politisasi dan menjadikannya sebagai pusat kegiatan keagamaan yang kondusif. Ia menegaskan bahwa masjid harus tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi jamaah untuk beribadah dan belajar agama. Dengan demikian, peran BKM dalam memakmurkan masjid akan semakin terwujud secara optimal.(egp,his)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *