Masih Dalam Semarak Kemerdekaan: Kepala Kemenag Bondowoso Apresiasi ASN Busana Adat Terbaik

  • Bagikan
Kepala Kemenag Bondowoso Moh. Ali Masyhur (tengah) setelah memberikan hadiah pada ASN dengan pakaian adat terbaik di Aula Kemenag Bondowoso (Foto:egp)

Bondowoso, (Humas) – Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia telah usai, dan di puncak acara ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso tampil dengan pakaian adat Aceh. Sementara itu, para ASN memukau dengan berbagai pakaian adat Nusantara, tidak hanya terbatas pada Jawa dan Madura, tetapi juga merangkul keberagaman budaya dari Sabang hingga Merauke.

Dalam sambutan puncak acara, Kepala Kemenag Moh. Ali Masyhur menyampaikan rasa gembira dan apresiasinya kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi dengan semangat dalam memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan ini. “Sejak kemarin di Surabaya, saya sangat senang melihat teman-teman mengenakan pakaian adat dengan semarak di Kantor Kemenag ini,” ungkapnya. “Bahkan, saya sangat ingin segera pulang untuk berkumpul bersama-sama dan menyaksikan sendiri semangat yang menggelora di kantor ini.”

Tidak hanya memberikan apresiasi secara simbolis, Kepala Kemenag juga memberikan penghargaan kepada ASN yang tampil dengan pakaian adat terbaik. Kategori pakaian adat terbaik pada kategori wanita jatuh kepada Anna Juhairiyah, bendahara Kantor Kemenag, yang saat penilaian mengenakan pakaian khas Papua. Di peringkat kedua, penghargaan diberikan kepada Nurisa yang mengenakan pakaian adat Kalimantan, dan peringkat ketiga diraih oleh Bayu Megananda yang sebelumnya mengenakan pakaian adat Bali, serta Indri Kanti S. yang tampil dengan pakaian adat Lampung.

Haerullah (Seragam Pejuang cokelat), salah satu pemenang kategori Pria dengan pakaian adat terbaik yang pada saat penilaian memakai adat Bali. (foto:egp)

Untuk kategori pria, Kepala Kemenag memberikan penghargaan kepada Samson Hidayat, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, yang tampil dengan pakaian adat Jawa Tengah. Penghargaan lainnya diberikan kepada Haerullah yang mengenakan pakaian adat Bali. Setiap pemenang menerima hadiah pembinaan, yang disampaikan dengan nada ringan oleh Kepala Kemenag, “Hadiah ini memang tidak seberapa, tapi insyaAllah cukup untuk menyemangati teman-teman.”

Dengan kegiatan ini, semangat keragaman budaya dan nasionalisme terus ditingkatkan di lingkungan Kantor Kemenag Bondowoso. Adanya apresiasi dan penghargaan atas pakaian adat terbaik tidak hanya menunjukkan penghormatan terhadap keberagaman budaya, tetapi juga merajut kebersamaan yang erat di antara seluruh ASN.(egp,his)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *