Genjot Sukseskan SEHATI Kemenag Bondowoso Undang 300 ASN Untuk Konsolidasi.

  • Bagikan
Kasubbag TU, Plt. Kasi Bimas Islam, dan Kasi Pendma saat Konsolidasi dengan 300 ASN untuk program sertifikasi halal gratis. (Foto:egp)

Bondowoso (Humas)-Progam prioritas kementerian agama republik Indonesia yang saat ini berjalan salah satunya yaitu sertifikasi halal kepada para pelaku usaha makanan dan minuman mikro dan kecil. Melalui program sertfikat halal gratis (sehati) 2023 yang saat ini telah berlangsung selama 6 bulan sejak januari lalu. Program yang di komando langsung oleh Menteri agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso juga telah membentuk satuan tugas yang secara khusus menangani hal ini. Satgas Jaminan Produk Halal dengan Kasubbag TU sebagai ketua dan kasi bimas islam sebagai sekretarisnya serta penyelenggara zawa dan 1 orang operator sebagai anggotanya. Dalam kebijakan target yang ditentukan kementerian agama pusat yaitu 1 juta sertifikat hingga akhir tahun 2023 ini.

Oleh karena itu Kantor Kemenag Bondowoso melalui satgas halalnya mengadakan konsolidasi pada beberapa pihak terutama yang ada di lingkungan Kantor Kemenag Bondowoso. KUA, Penyuluh, Madrasah Negeri dan Swasta, serta  Pondok Pesantren merupakan sasaran utama dalam mensukseskan layanan produk halal ini.

Kasubbag TU yang juga Ketua Satgas Jaminan Produk Halal Kabupaten Bondowoso, menyampaikan pada seluruh peserta untuk berkoordinasi juga kepada Pendamping Proses Produk Halal (PPPH) supaya mendapatkan akses pendampingan dan dapat menerbitkan sertifikat halalnya terutama Kantin yang ada pada madrasah baik negeri dan Swasta serta Pondok Pesantren supaya tercapai target yang di kehendaki Kementerian Agama RI.

“Saya minta terutama kepada Kepala Madrasah, Pengawas dan Pimpinan Pondok Pesantren untuk segera menghubungi Pendamping Proses Produk Halal (PPPH) yang telah terdaftar untuk dapat segera memproses kantin-kantin dan produk yang ada di Lembaga panjenengan semua,” ujar Astono.

“Mumpung kuota dan kesempatan untuk mendapatkan sertifikat halal gratis ini masih ada, mari kita serap sebanyak-banyaknya, karena kesempatan ini sangat bagus mengingat jika mendaftarkan dengan regular masih membutuhkan biaya yang lumayan,” terang Agus Jaelani selaku Plt Kasi Bimais.

Sekedar informasi untuk program SEHATI 2023 ini akan berakhir desember nanti, jadi saat ini telah paruh tahun berjalan dan konsekuensinya nanti jika produk belum memiliki label halal, setelah tanggal 17 Oktober 2024 nanti akan diberlakukan sanksi diantaranya larangan produk tersebut beredar di pasaran. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu pukul (08.00-10.30 WIB dan 11.00-14.00WIB).(egp)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *