605 Calon Jamaah Haji Bondowoso Sudah Bayar Pelunasan

  • Bagikan
Kasi PHU Kantor Kementerian Agama Kab. Bondowoso dalam apel rutin pada Senin (8/5)

Kab. Bondowoso (Humas) – Kabar gembira buat calon jamaah haji Bondowoso, baik cadangan dan regular sebanyak 605 orang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji. Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Suharyono.

Hadir dalam apel rutin ini, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso H. Moh. Ali Masyhur, Kasubbag TU Astono, Kasi Bimais Moh. Noer Fauzan, Kasi Pendma Samson, Kasi PD Pontren Ibrahim, dan seluruh ASN di lingkungan Kantor Kemenag Bondowoso (08/05/2023).

Menurut Suharyono, Jamaah Calon haji yang akan berangkat pada tahun 2023 ini harus melunasi BPIH. Hal ini perlu sampaikan karena banyak jamaah yang memberikan penafsiran sendiri terhadap BPIH. Yang dimaksud pelunasan oleh jamaah, adalah mereka yang sudah masuk quota, sementara yang berada di bangku cadangan pelunasannya ditunda. Pasalnya, mereka masih belum ada harapan berangkat.

“Informasi ini perlu diluruskan. Baik regular dan cadangan harus melakukan pelunasan. Se-Indonesia sebanyak 22 ribu jamaah calon haji yang belum melunasi BPIH. Alhamdulillahnya Bondowoso sudah lengkap dan melunasi semua,” terang Suharyono.

Sementara itu, Suharyono juga menjelaskan tentang informasi adanya tambahan 8.000 kuota jemaah haji untuk Indonesia. Hal ini diperkuat juga pada laman website https:\\Kemenag.go.id.

“Tambahan sebanyak 8.000 kuota tersebut masih dibahas oleh Menteri Agama dan DPR RI. Semoga ada keputusan terbaik,” harapnya.

Tambahan ini sudah masuk dalam sistem e-Hajj, aplikasi pemvisaan Arab Saudi. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu surat resmi dari pihak Arab Saudi dan akan segera membahasnya dengan DPR.

“Kementerian Agama akan berkomunikasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, untuk merespons tambahan kuota ini,” jelas Gus Men, sapaan akrab Menag, di Jakarta, Minggu (7/5/2023).

Tahun ini, Indonesia mendapat 221.000 kuota jemaah haji. Jumlah ini terdiri atas 203.320 kuota jemaah haji reguler dan 17.680 kuota jemaah haji khusus. Mereka sudah melakukan proses pelunasan sejak 11 April – 5 Mei 2023. Masih ada 14.356 jemaah yang belum melakukan pelunasan atau konfirmasi pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1444 H sehingga prosesnya diperpanjang hingga 12 Mei 2023.

Menurut Menag, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan dalam proses pemberangkatan jemaah haji, sejak adanya ketetapan kuota. Pertama, katanya, Kementerian Agama harus menggelar rapat kerja dengan Komisi VIII DPR untuk membahas pemanfaatan kuota tambahan dan pembiayaannya.

“Hasil kesepakatan dengan DPR itu kemudian dijadikan sebagai dasar untuk penerbitan Keputusan Presiden tentang kuota tambahan. Setelah itu, harus diterbitkan Keputusan Menteri Agama tentang Pedoman Pelunasan Haji bagi Kuota Tambahan,” ujar Menag Yaqut.

Bersamaan itu, lanjut Menag, Kemenag segera melakukan verifikasi data jemaah yang berhak berangkat untuk kemudian diumumkan sebagai jemaah yang berhak melakukan pelunasan. Tahap selanjutnya adalah masa pelunasan.

“Beriringan dengan pelunasan, Kemenag akan melakukan pengurusan dokumen jemaah, mulai dari paspor, penyesuaian kontrak layanan dengan penyedia layanan di Saudi, agar visa jemaah kuota tambahaan juga bisa diterbitkan,” terangnya.

“Kontrak penerbangan juga akan disesuaikan seiring adanya kuota tambahan, dan termasuk didalamnya pengaturan pembagian kloter dan jadwal penerbangan,” terang Gus Men.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menambahkan, waktu yang tersedia memang cukup terbatas, karena jemaah haji kloter pertama sudah mulai terbang ke Arab Saudi pada 24 Mei 2023. Namun, katanya, pihaknya akan bekerja keras agar kuota tambahan tersebut juga bisa terserap maksimal sehingga semakin banyak jemaah Indonesia yang bisa berangkat haji tahun ini.

Menurut Hilman, tahun 2022, Indonesia juga mendapat tambahan kuota sebesar 10.000 jemaah namun saat itu tidak memungkinkan untuk ditindaklanjuti. Sebab, kepastian adanya tambahan kuota baru diinformasikan pada 21 Juni 2022. Sementara batas akhir proses pemvisaan jemaah haji regular saat itu adalah 29 Juni 2022 dan penerbangan terakhir (closing date) keberangkatan jemaah dari Tanah Air, 3 Juli 2022.

Pada 2019, Indonesia juga mendapat 10.000 kuota tambahan. Namun, kepastian adanya kuota tambahan itu sudah diperoleh pada April 2019. Padahal pemberangkatan kloter pertama saat itu pada 5 Juli 2019.

“Meski tidak banyak, tahun ini masih ada waktu untuk persiapan. Kami akan coba maksimal agar kuota terserap optimal,” tandas Hilman.(Egp, Roul, his)

Penulis: (rul, egp, his)Editor: egp
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *